BANTAHAN TERHADAP PIHAK YANG BINGUNG TERHADAP KUNJUNGAN SEBAGIAN ULAMA KEPADA SEBAGIAN ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG
BAGIAN KE - 2
Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah al-Jabiry hafizhahullah
Ketahuilah bahwa orang-orang yang suka duduk bermajelis dengan orang-orang jahat dan ahlul ahwa ada beberapa jenis, dan tidak mungkin kita menyamakan hukumnya diantara mereka. Jadi masing-masing jenis berbeda hukumnya dengan yang lain.

MERANGKUM BANYAK PAHALA DENGAN NIAT
Dalam satu shalat sunnah engkau bisa mengumpulkan empat niat: shalat tahiyatul masjid, shalat sunnah (sebelum) Zhuhur, shalat sunnah antara adzan dan iqamat dan shalat sunnah wudhu.


TIDAK BOLEH MENGUNJUNGI AHLI BID’AH DALAM RANGKA MENUNJUKKAN KEAKRABAN DAN KECINTAAN 
Pertanyaan yang diajukan kepada asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah:
Saya mengunjungi orang-orang baik, para ulama, dan para masayikh, hanya saja terkadang saya berkunjung ke sebagian ahli bid’ah dengan tujuan untuk mengajak mereka kepada jalan kebahagiaan dan ke jalan as-Sunnah, maka apakah padanya terdapat dosa?

SIKAP UMAT ISLAM TERHADAP PENGEBOMAN BRUSSEL BELGIA
Asy-Syaikh Salim Bamuhriz hafizhahullah
المحد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين.
Amma ba’du:
Orang-orang yang suka berbuat jahat dan melakukan makar, serta tindakan-tindakan terorisme, mereka terus menggunakan berbagai cara untuk menyerang Islam dan berusaha menggambarkan bahwa Islam adalah agama teror yang suka menyerang orang-orang yang tidak bersalah, orang-orang yang mengadakan perjanjian damai, dan orang-orang yang dilindungi. Dan diantaranya adalah perbuatan orang-orang yang melakukan tindakan-tindakan terorisme di berbagai Negara di dunia. Dan apa yang kita dengar kemarin yang terjadi di Belgia sebagai contohnya.

Bismillah ...

BANTAHAN TERHADAP PIHAK YANG BINGUNG TERHADAP KUNJUNGAN SEBAGIAN ULAMA KEPADA SEBAGIAN ORANG-ORANG YANG MENYIMPANG 
(Bagian 1)
Aidh al-Qarny al-Ikhwany menulis cuitan di akun twitternya dengan mengatakan, “Saya merasa bahagia dengan penjengukan yang dilakukan oleh Ma’aly Doktor al-Allamah Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan.”